Sabtu, 05 Januari 2013

Masinis IO 2009


Kelompok Empat
Nurhalimah (091501035)
Khadijah Husna (091501037)
Iweni Ara (091501038)
Elvi Tustina Hasibuan (091501049)
Agung setiawan (091501051)

OBAT ANTIHIPERLIPIDEMIA

I.       Pendahuluan

Interaksi Obat adalah adanya pengaruh suatu obat terhadap obat lain, di dalam tubuh. Interaksi obat dapat terjadi pada farmakokinetik, atau farmakodinamik, atau gabungan keduanya. Interaksi obat in vitro (campuran pada larutan atau sediaan injeksi) disebut dengan “drug incompatibilities”, bukan interaksi obat. Salah satu atau kedua obat yang bercampur menjadi tidak aktif. Misalnya, campuran thiopental dengan suxamethonium membentuk senyawa kompleks. Heparin dapat menginaktifasi obat lain.
Interaksi Farmakokinetik:
Perubahan farmakokinetik suatu obat karena berinteraksi dengan obat lain (mis, induksi enzim hepatik).
Interaksi Farmakodinamik:
Perubahan farmakodinamik suatu obat karena berinteraksi dengan obat lain (mis,
interaksi aditif).
Aditif:
Efek 2 obat yang diberikan bersamaan, yang hasil akhirnya adalah jumlah masing-masing obat tersebut.
Sinergis:
Efek 2 obat yang diberikan bersama-sama, hasilnya lebih besar daripada jumlah efek kedua obat tersebut
Antagonis:
Efek 2 obat yang diberikan bersamaan, yang hasil akhirnya adalah kurang dari jumlah efek kedua obat tersebut.

II.    Pengertian

Hiperlipidemia adalah suatu kondisi  kadar lipid darah yang melebihi kadar normalnya. Hiperlipidemia disebut juga peningkatan lemak dalam darah dan karena sering disertai peningkatan beberapa fraksi lipoprotein, disebut juga hiperlipoproteinemia. Hiperlipidemik dapat berupa hiperkolesterolemia dan hipertrigliseridemia.
Lemak (disebut juga lipid) adalah zat yang kaya energi, yang berfungsi sebagai sumber energi utama untuk proses metabolisme tubuh. Lemak diperoleh dari makanan atau dibentuk di dalam tubuh, terutama di hati dan bisa disimpan di dalam sel-sel lemak untuk digunakan di kemudian hari. Sel-sel lemak juga melindungi tubuh dari dingin dan membantu melindungi tubuh terhadap cedera. Lemak merupakan komponen penting dari selaput sel, selubung saraf yang membungkus sel-sel saraf serta empedu. Dua lemak utama dalam darah adalah kolesterol dan trigliserida. Lemak mengikat dirinya pada protein tertentu sehingga bisa larut dalam darah; gabungan antara lemak dan protein ini disebut lipoprotein. Lipoprotein yang utama adalah :
Ø  Kilomikron
Ø  VLDL (Very Low Density Lipoproteins)
Ø  LDL (Low Density Lipoproteins) 
Ø  HDL (High Density Lipoproteins)
Kolesterol adalah suatu jenis lemak yang ada dalam tubuh dan dibagi menjadi LDL, HDL, Total kolesterol dan Trigliserida dari hati, kolesterol di angkut oleh lipoprotein yang bernama LDL( Low Density Lipoprotein) untuk dibawa ke sel-sel tubuh yang memerlukan, termasuk ke sel otot jantung, otak dan lain-lain agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
HDL (High Densiy Lippoprotein) adalah bentuk Lipoprotein yang memlliki komponen kolesterol paling sedikit. Dibentuk di usus dan hati, HDL ini akan menyerap kolesterol bebas dari pembuluh darah, atau bagian tubuh lain seperti sel makrofag, kemudian membawanya ke hati. VLDL (Very Low Density Lipoprotein) adalah Lipoprotein yang dibentuk di hati yang kemudian akan diubah di pembuluh darah menjadi LDL (Low Density Lipoprotein). Bentuk Lipoprotein ini memiliki kolesterol paling banyak dan akan membawa kolesterol tersebut ke jaringan seperti dinding pembuluh darah.
Kelebihan kolesterol akan diangkat kembali oleh lipoprotein yang disebut HDL (High Density Lipoprotein) untuk dibawa kembali ke hati yang selanjutnya akan diuraikan lalu dibuang ke dalam kantung empedu sebagai asam (cairan) empedu. LDL mengandung lebih banyak lemak dari pada HDL sehingga ia akan mengambang di dalam darah. Protein utama yang membentuk LDL adalah Apo-B (Apolipoprotein-B). LDL dianggap sebagai lemak yang “jahat” karena dapat menyebabkan penempelan kolesterol di dinding pembuluh darah.
Sebaliknya, HDL disebut sebagai lemak yang “baik” karena dalam operasinya ia membersihkan kelebihan kolesterol dari dinding pembuluh darah dengan mengangkutnya kembali ke hati. Protein utama yang membentuk HDL Apo-a (Apolipoprotein-A). HDL ini mempunyai kandungan lemak lebih sedikit dan mempunyai kepadatan tinggi sehingga lebih berat.
Konsentrasi kolesterol pada HDL dan LDL atau VLDL lipoprotein adalah prediktor kuat untuk penyakit jantung koroner. HDL fungsional menawarkan perlindungan dengan cara memindahkan kolesterol dari sel dan atheroma. Konsentrasi tinggi dari LDL dan konsentrasi rendah dari HDL fungsional sangat terkait dengan penyakit kardiovaskuler karena beresiko tinggi terkena ateroklerosis. Keseimbangan antara HDL dan LDL semata-mata ditentukan secara genetikal, tetapi dapat diubah dengan pengobatan, pemilihan makanan dan faktor lainnya.

III. Pembagian obat-obatan

a)      Resin asam empedu
b)      Niasin
c)      Inhibitor HMG CoA reduktase (golongan statin)
d)     Asam Fibrat
e)      Ezetimibe

IV.  Mekanisme Kerja

a)      Resin asam empedu
Kerja utama dari resin asam empedu adalah mengikat asam empedu dalam lumen saluran cerna, dengan gangguan stimulasi terhadap sirkulasi enterohepatik asam empedu, yang menurunkan penyimpanan asam empedu dan merangsang hepatik sintesis asam empedu dari kolesterol. Kurangnya penyimpanan kolesterol hepatik menghasilkan peningkatan biosintesis kolesterol dan sejumlah reseptor LDL pada membran hepatosit, yang stimulasi peningkatan kecepatan katabolisme dari plasma dan penurunan kadar LDL.
Resin asam empedu digunakna dalam pengobatan hiperkolesterolemia primer juga digunakan untuk detoksifikasi keracunan digitalis.

b)      Niasin
Niasin atau asam nikotinat mengurangi sintesis hepatik VLDL, yang akan mengarah pada pengurangan sintesis LDL. Niasin juga meningkatkan HDL dengan mengurangi katabolismenya. Prinsip dalam penggunaan niasin adalah untuk hiperlipidemia campuran atauagen sekunder dalam terapi kombinasi untuk hiperkolesterolemia.

c)      Inhibitor HMG CoA reduktase (golongan statin)
Statin menghambat 3-hidroksi-3-metil glutaril coenzim A (HMG CoA) reduktase, mengganggu konfersi HMG coA reduktase menjadi mefalonate, tahap yang menentukan dalam biosintesis kolesterol de-novo. Pengurangan sintesis LDL dan peningkatan katabolisme LDL di mediasi melalui reseptor LDL menjadi prinsip kerja untuk efek penurunan lipid. Ketika digunakan sebagai terapi tunggal, statin merupakan agen penurun kolesterol total dan LDL yang paling poten dan ditoleransi paling baik. Kombinasi statin dengan resin asam empedu masuk akal, secara terjadinya peningkatan beberapa reseptor LDL, mengarah kepada degradasi besar besaran kolesterol LDL, sintesis intraseluler kolesterol dihambat, dan penggunaan ulang asam empedu terinstruksi.

d)     Asam Fibrat
Golongan obat ini mengurangi sintesis VLDL dan khususnya, apolipoprotein B yang berkelanjutan dengan meningkatnya kecepatan pemindahan lipoprotein kaya trigliserida dari plasma. Terapi tunggal efektif dalam penurunan VLDL, tapi akibatnya terjadi peningkatan LDL dan kolesterol total akan cenderung berubah.
e)      Ezetimibe
Ezetimibe mengganggu absorbsi kolesterol dari membran fili saluran cerna, mekanisme baru yang membuatnya menjadi pilihan baik untuk terapi tambahan. Obat ini dapat digunakan baik dalam terapi tunggal atau digunakan dengan statin 


V. Tabel Interaksi Obat

No.
Nama obat A
Nama Obat B
Mekanisme Obat A
Mekanisme Obat B
Interaksi yang Dihasilkan
Sifat
1.
HMG-CoA Reductase Inhibitors (e.g. simvastatin)
Niacin
Menghambat HMG CoA reduktase
Mengurangi sintesis hepatik VLDL
Menurunkan kadar kolesterol sehingga dapat memyebabkan myopathy atau rhabdomyolysis
Aditif antagonis LDL
2.
HMG-CoA Reductase Inhibitors (e.g.  Atorvastatin, Lovastatin, Simvastatin)
Makanan (jus anggur)
Menghambat HMG CoA reduktase
Meningkatkan kadar HDL dan menurunkan kolesterol total
Peningkatan kadar   HMG-CoA Reductase Inhibitors dan efek samping seperti  rhabdomyolysis

Aditif terhadap penurunan kadar kolesterol
3.
HMG-CoA Reductase Inhibitors (e.g.  Atorvastatin, Lovastatin, Simvastatin)
Daun salam
Menghambat HMG CoA reduktase
Menurunkan kadar kolesterol
Sama-sama menurunkan kadar kolesterol
Aditif terhadap penurunan kadar kolesterol
4.
Klofibrat
Probukol
Mengurangi sintesis VLDL
Menghambat HMG CoA reduktase
Menurunkan kadar kolesterol sehingga dapat memyebabkan myopathy atau rhabdomyolysis
Aditif antagonis LDL
5.
Simvastatin
Ezetimibe
Menghambat HMG CoA reduktase
Ezetimibe mengganggu absorbsi kolesterol dari membran fili saluran cerna
Menurunkan kadar kolesterol sehingga dapat memyebabkan myopathy
Aditif terhadap penurunan kadar kolesterol
6.
Atorvastatin
Lercanidipine
Menghambat HMG CoA reduktase
Menghambat channel kalsium
Meningkatnya kadar dari  HMG-CoA Reductase Inhibitors
Aditif terhadap penurunan profil lipid total
7.
Lovastatin
Danazol
Menghambat HMG CoA reduktase
Anti estrogenik dan anti progestogenik
estrogen dan progesteron berkurang karena penurunan kolesterol dan penghambatan  rilis gonadotropin
Aditif antagonis estrogenik dan progestogenik

8.
Niacin
Aspirin
Mengurangi sintesis hepatik VLDL
Menghambat enzim cyclooxygenase
Meningkatkan kadar Niacin

Aditif antagonis LDL
9.
Lovastatin
Eritromisin
Menghambat HMG CoA reduktase
Antibiotik golongan makrolida (bekerja dengan menghambat sintesis protein bakteri)
Eritromisin menghambat metabolisme dari  Lovastatin

Aditif antagonis LDL
10.
Klofibrat
Probenezid
Mengurangi sintesis VLDL
Menghambat reabsobsi asam urat ditubulus ginjal
Probenezid menghambat sekresi tubular dari Klofibrat sehingga meningkatkan konsentrasi Klofibrat
Aditif antagonis LDL


 
       

VI. Contoh Obat Di Pasaran

a)      Resin asam empedu
Contoh obat :
-Cholestiramine           : Falterol
-Cholestipol                 : Cholestid

b)      Niasin
Contoh obat :
-Niacor
-Slo-niasin

c)      Inhibitor HMG CoA reduktase (golongan statin)
Contoh obat :
-Atorvastatin   : Lipitor
-Rosuvastatin : Crestor
-Fluvastatin     : Lescol
-Pravastatin     : Mevalotin, Pravachol
-Simvastatin    : Detrovel, Nofet
-Lovastatin      : Belvas, Cholestra

d)     Asam Fibrat
Contoh obat :
-Bezafibrat      : Bezalip, Lipobez
-Penofibrat      : Hipolip, Trolip
-Gemfibrozil    : Dubrozil, Fetinor
-Klofibrat        : Arterol

e)      Ezetimibe
Contoh obat :
-Ezetimibe       : Ezetrol




Daftar Pustaka

Muliasari, A. (2009). Peroksidasi Lipid.
http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=g09amu-5_bab%20ii%20tinjauan%20pustaka&source=web&cd=1&cad=rja&ved=0CDYQFjAA&url=http%3A%2F%2Frepository.ipb.ac.id%2Fbitstream%2Fhandle%2F123456789%2F11512%2FG09amu-5_BAB%2520II%2520Tinjauan%2520Pustaka.pdf&ei=w-7nUM-wH4uykgX0mICABA&usg=AFQjCNG1YY4Vey3GIo5Dy58Hhq2NI3u_kw&bvm=bv.1355534169,d.dGI
Sukandar, U.Y.S., dkk. (2009). ISO Farmakoterapi. Jakarta: PT. ISFI Penerbitan.
Suprapti, Herni. (2012). Interaksi Obat.
Suyatna, F.D. (2007). Obat Kardivaskular. Dalam buku Farmakologi dan Terapi. Jakarta: Departemen Farmakologi dan Terapeutik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar